
Rekomendasi ini dapat digunakan sebagai pedoman orang tua untuk mengurus si buah hati. Termasuk di antaranya tidak mengenalkan bayi dengan layar gawai hingga usia satu tahun.
"Ini adalah tentang pengaturan dari waktu istirahat ke waktu bermain atau aktif," ujar perwakilan WHO, Juana Willumsen, yang fokus pada obesitas dan aktivitas fisik anak, melansir AFP.
Rekomendasi ini muncul dari kekhawatiran WHO akan meningkatnya angka obesitas dan kenyataan bahwa 80 persen remaja yang tak cukup aktif bergerak."Sudah waktunya untuk menjabarkan praktik terbaik untuk anak balita, periode terpenting untuk gaya hidup seseorang," ujar Willumsen.
Rekomendasi ini dapat berlaku untuk semua anak balita terlepas dari jenis kelamin, latar belakang budaya, atau status sosial ekonomi.
Berikut pedoman aktivitas fisik anak balita menurut WHO.
Di bawah satu tahun
WHO merekomendasikan 30 menit aktivitas fisik harian bagi bayi di bawah usia satu tahun. Aktivitas fisik bisa dilakukan dengan posisi tengkurap bagi mereka yang belum bisa bergerak.
Selain itu, bayi juga diharuskan tidur selama 12-17 jam dalam sehari.
Usia 1-2 tahun
Tiga jam aktivitas fisik harian adalah takaran tepat bagi bayi usia 1-2 tahun. WHO juga meminta agar bayi tidak diperkenalkan pada aktivitas berbasis layar gawai seperti menonton televisi.
Bayi usia 1-2 tahun juga diharuskan tidur setidaknya 11 jam dalam sehari.
Usia 3-4 tahun
Sama seperti di atas, anak usia 3-4 tahun diharuskan melakukan aktivitas fisik harian selama tiga jam. Aktivitas fisik setidaknya mencakup kegiatan berintensitas sedang.
Sementara itu, anak usia 3-4 tahun hanya boleh mendapatkan waktu layar selama tak lebih dari satu jam.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)
Baca Kelanjutan Pedoman Pola Hidup Balita dari WHO : http://bit.ly/2ZC1LYkBagikan Berita Ini
0 Response to "Pedoman Pola Hidup Balita dari WHO"
Post a Comment