Tapi tampaknya hal tersebut tak berlaku untuk nelayan-nelayan di Jepang.
Profesi tangguh menjadi nelayan dengan teknik menyelam bebas (freediving) atau yang dalam bahasa Jepang disebut ama justru dilakukan oleh kaum wanita berusia antara 60 sampai 80 tahun.Ama berarti wanita laut. Walau teknik memancing ikan sambil menyelam bisa dilakukan siapa saja, namun kawanan wanita yang melakukan ini menjadi pemandangan menarik.
"Saya merasa seperti putri duyung berenang di antara ikan-ikan. Sensasinya begitu luar biasa," ungkap Hideko Koguchi, salah satu nelayan wanita di perairan Toba, Prefektur Mie seperti dikutip dari AFP pada Minggu (25/11).
Koguchi sudah menjadi ama sejak 20 tahun silam.
Para ama dan hasil tangkapannya. (Martin BUREAU / AFP) |
Selama musim menyelam, ia dan nelayan lain akan meneliti ramalan cuaca dan informasi stok laut sebelum akhirnya terjun menyelami perairan lepas.
Jumlah ama yang masih aktif terjun ke lautan hanya tersisa 2.000 ribu orang.
Pada tahun 1930-an, tercatat 12 ribu ama aktif menurut catatan museum bahari di Toba.
Berkurangnya jumlah generasi peerus ama diakui karena semakin banyak yang merasa profesi ini cukup berbahaya untuk usia tua dan tak banyak meraup untung.
Selain Jepang, ama juga banyak ditemui di Korea Selatan, khususnya di pulau-pulau tropis seperti Jeju.
(fey/ard)
Baca Kelanjutan Kisah Ama, Nenek Penyelam di Perairan Jepang : https://ift.tt/2SfrAZwBagikan Berita Ini
Para ama dan hasil tangkapannya. (Martin BUREAU / AFP)
0 Response to "Kisah Ama, Nenek Penyelam di Perairan Jepang"
Post a Comment