Sejak dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata Ekuador, Carlos Larrea, dan Dubes RI untuk Ekuador, Diennaryati Tjokrosuprihatono Selasa lalu, pagelaran kuliner dan budaya Indonesia bertajuk Wonderful Indonesia Week 2017 berhasil memikat ratusan pengunjung menikmati kelezatan makanan Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung sejak Selasa (1/8) ini tidak saja menyajikan kuliner Indonesia, tapi juga budaya dan kerajinan. Grup tari Saleho asal Boyolali membawakan tari Topeng Ireng dan Sakeera menarik perhatian penonton.
Hidangan Gohu Ternate yang mirip salah satu makanan khas Ekuador pun laris manis diserbu pengunjung.
Begitu pun dengan nagasari, lemper, kue sus hingga bir pletok yang turut diminati pengunjung. Pengunjung hanya harus merogoh kocek US$45 per orang untuk menikmati semua makanan.
Selain kuliner, pengunjung juga disuguhkan tari-tarian dari Boyolali serta lagu Indonesia yang dibawakan musisi Yuyun George dengan memadukan saksofon dan suling.
Pengunjung di acara ini juga diajak berkelana menyaksikan aneka ragam batik khas Indonesia melalui demo pembuatan batik dan fashion show busana-busana batik karya Yuku Moko, Opi Bachtiar, Wieke Dwiharti , Wignyo dan Nani Rahmat.
Selama sepekan kegiatan, ratusan pengunjung yang berasal dari kota besar sekaligus kota bisnis di Ekuador telah menunjukkan antusiasme pada kuliner dan budaya Indonesia. Meski sebagaian besar bahan makanan bisa ditemukan dengan mudah di Guayaquil, namun penyajian ala Indonesia tetap menjadi sesuatu yang istimewa. </span> (gil)
Baca Kelanjutan Rendang dan Nasi Goreng Diserbu Masyarakat Ekuador : http://ift.tt/2v9gtJaBagikan Berita Ini
0 Response to "Rendang dan Nasi Goreng Diserbu Masyarakat Ekuador"
Post a Comment