Seorang anak lelaki duduk di meja memegang pensil, memandangi area payudara gurunya yang berbusana serba ketat. Tak hanya gambar, sampul juga bertuliskan, ‘Jika kesusahan sudah memuncak, tandanya pertolongan sudah dekat’.
[Gambas:Twitter]
Menanggapi hal ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau agar para orang tua meningkatkan kewaspadaan akan barang yang dijual bebas tersebut.
"Stop paparan pornografi terhadap anak. Orang tua perlu hati-hati dan waspada dalam menyiapkan perlengkapan sekolah anak jelang tahun ajaran baru. Mulai dari buku tulis, sampul, seragam, juga buku bacaan," ujar Ketua KPAI, Asrorun Ni'am seperti dikutip dari detikcom, Selasa (4/7/2017).
Psikolog Mira Anin kaget dan menyayangkan hal seperti ini bisa terjadi. Menurutnya, sampul buku sebenarnya berfungsi untuk melatih nilai kerapihan, kebersihan hingga ketelatenan anak di usia sekolah.
“Budaya menyampul buku jarang diterapkan di luar negeri, bahkan tidak ada. Kenyataan bahwa ada oknum tidak bertanggungjawab memproduksi barang seperti ini mendatangkan bahaya signifikan bagi perkembangan anak-anak usia sekolah,” ujarnya kepada Cnnindonesia.com, Selasa (4/7/2017).
Mira menjelaskan bahwa kebiasaan menyampul buku mulai dilakukan oleh anak usia sekolah. Jika hal asusila diselipkan dalam barang yang dipakai belajar setiap hari, akan banyak bahaya yang timbul.
Bahaya tersebut tak lain adalah kematangan seksual anak yang belum saatnya, identifikasi pornografi sebagai sesuatu yang bisa atau mudah diterima, hingga mempercepat stimulasi seksual dalam mengenali perbedaan lawan jenis.
“Harus segera ditindak aparat dan dipertegas maksud membuat benda seperti itu apa maksudnya?” ujar Mira. Orang tua bisa saja menyaring sampul buku yang dibeli saat bersama anak, tapi jika dijual bebas, dikhawatirkan anak bisa mendapatkannya di mana saja tanpa pengawasan.
Secara garis besar, jika hal ini menjadi besar dan berkembang, akan terjadi pergeseran norma pada generasi mendatang. “Anak-anak akan tumbuh kembang dengan attitude buruk, menganggap pornografi sebagai sesuatu yang biasa, tutupnya.(frt/frt)
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Sampul Buku Porno Viral, Psikolog Ungkap Bahayanya"
Post a Comment