REUTERS , CNN Indonesia
Rabu, 05/07/2017 07:30 WIB
Artikel belum tersedia
Bayangkan perjalanan ke lima benua diusung ke dalam satu peragaan busana dan digelar di kota mode seperti Paris? Itulah yang disuguhkan label asal Perancis Christian Dior, pada Senin (3/7). (REUTERS/Gonzalo Fuentes) 
Peragaan dari koleksi rancangan desainer Maria Grazia Chiuri itu tampil mengesankan dengan dominasi adi busana yang elegan, rok lebar dan ikat pinggang kecil yang memeluk pinggang ramping. (REUTERS/Gonzalo Fuentes) 
Peragaan busana koleksi Haute Couture Autumn/Winter 2017/18 Dior tersebut digelar di halaman museum Invalides Paris yang digubah sedemikian rupa, dengan set kerajinan tangan dari kayu yang dibuat serupa singa dan jerapah. (REUTERS/Gonzalo Fuentes) 
Lewat rancangannya kali ini, Chiuri sebagai desainer seolah mengajak pencinta mode kembali menlirik ke belakang pada ikonik jaket 'Bar' dan rok abu-abu bergaya era 1950-an. (REUTERS/Gonzalo Fuentes) 
Sidney Toledano, CEO Dior pada Reuters mengungkapkan Dior sudah berkeliling dunia sejak 1947, koleksi ini adalah sebaliknya mengusung lima benua ke satu tempat seperti Paris. (REUTERS/Gonzalo Fuentes) 
Bagi Chiuri, ini adalah gebrakannya yang kedua sebagai direktur kreatif perempuan pertama rumah mode itu sejak ditunjuk Juli 2016 lalu. (REUTERS/Gonzalo Fuentes) 
Penunjukannya yang bertujuan untuk kembali membuat Dior terhubung dengan selera anak muda dan mendongkrak penjualan cukup terbilang berhasil, setidaknya dalam hal mencuri perhatian publik. (REUTERS/Gonzalo Fuentes) 
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Ketika Dior Rayakan 70 Tahun lewat Peragaan Adibusana"
Post a Comment